Connect with us

Indonesia

Masdar Abu Dhabi Mendapatkan Proyek Energi Surya Terapung di Cirata

Published

on

Arsianews, Jakarta – PT PLN (Persero) akan memberikan hak khusus kepada Abu Dhabi Future Energy Company atau Masdar, perusahaan energi Uni Emirat Arab dalam pengadaan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. Dengan memberikan hak istimewa seperti itu, Masdar memiliki hak untuk mengajukan tawaran lagi untuk menyamakan tawaran pihak lain (hak untuk mencocokkan).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Arcandra Tahar mengungkapkan, PLN sebagai induk perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) telah menyelesaikan prosedur operasional standar (SOP) untuk pembentukan mitra untuk pembangunan pembangkit listrik. Ini dicakup oleh perjanjian pemerintah untuk pemerintah (G2G) antara Pemerintah Indonesia dan UEA.

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) telah menandatangani perjanjian pengembangan proyek dengan Masdar pada akhir 2017. Penunjukan Masdar sebagai mitra PJB adalah bagian dari perjanjian G2G antara Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah ditandatangani sebelumnya.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Pasokan Listrik. Peraturan tersebut menetapkan bahwa PLN tidak dapat secara langsung menunjuk mitra untuk bekerja pada proyek pembangkit listrik EBT tetapi mengadakan lelang.

Karena ada kesepakatan untuk menunjuk Masdar sebagai mitra, Masdar kemudian diberi kesempatan untuk menyerahkan hak untuk pertandingan. Ini berarti bahwa ketika mengadakan lelang pengadaan dan mendapatkan pemenang, PLN akan menawarkan kembali kepada Masdar apakah akan mengajukan hak untuk pertandingan. Jika Masdar dapat menawarkan penawaran yang sama dengan pemenang lelang, Masdar akan dipilih sebagai pemenang.

“Lelang PLTS akan diadakan sesegera mungkin dalam hitungan bulan,” kata Arcandra.

Sebagai informasi, Proyek PLTS Terapung Cirata direncanakan memiliki kapasitas 200 MegaWatt (MW). Berdasarkan perhitungan awal, investasi yang dibutuhkan mencapai US $ 180 juta dengan perhitungan pendapatan US $ 23 juta per tahun. Jika terwujud, PLTS akan menjadi yang terbesar di dunia.

Sebelumnya, tahap pertama konstruksi dengan kapasitas 50 MW ditargetkan untuk memulai operasi komersial (COD) pada kuartal kedua 2019. Sementara itu, untuk tahap dua hingga empat, COD direncanakan untuk kuartal kedua 2020 dengan kapasitas sebesar 150 MW.

Copyright © 2019 All right reserved. PT ARSIA GLOBAL SOLUSI