Connect with us

Indonesia

Indonesia akan melarang ekspor biji nikel pada bulan Januari

Published

on

Limbah dari pabrik nikel di Papua Nugini terlihat di perairan Teluk Basamuk yang berdekatan, di Papua Nugini Indonesia. (Reuters)

JAKARTA: Indonesia pada hari Senin mengatakan akan menghentikan ekspor biji nikel mulai 1 Januari 2020, dua tahun lebih awal dari yang semula ditandai karena mempercepat upaya untuk memproses lebih banyak sumber dayanya di dalam negeri.

Bambang Gatot Ariyono, direktur jenderal Kementerian Pertambangan untuk batubara dan mineral, mengatakan larangan itu akan berlaku untuk semua kelas biji nikel dan memerintahkan eksportir untuk menghentikan pengiriman dari tanggal itu tanpa memandang kontrak yang berlaku.

“Itulah sebabnya kami mengumumkan sekarang sehingga mereka memiliki waktu transisi empat bulan,” kata Ariyono kepada wartawan.

Spekulasi tentang pelarangan yang dipercepat dan pengumuman hari Senin telah mendorong harga nikel. Kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange naik 3 persen menjadi $ 18.470 per ton pada hari Senin, tertinggi dalam hampir lima tahun, menambah kenaikan 9 persen pada hari Jumat.

Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Minggu bahwa mereka memperkirakan harga nikel London akan mencapai $ 20.000 per ton dalam tiga bulan karena larangan tersebut.

Ariyono mengatakan jadwal dipercepat karena terbatasnya sumber daya nikel yang dapat ditambang di negara ini.

“Cadangan terbukti nasional untuk nikel hanya 698 juta ton, yang hanya dapat memasok fasilitas peleburan selama 7,3 tahun,” katanya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 11 smelter kerja dengan kapasitas input 24 juta ton biji. Ini memiliki 25 lebih banyak fasilitas peleburan dalam pipa.

Pemerintah awalnya mengatakan akan melarang ekspor bijih nikel mulai Januari 2022, menurut aturan yang dirilis pada 2017.

Masih dipertahankan bahwa tanggal kemudian untuk akhir ekspor konsentrat bauksit dan tembaga.

Presiden Indonesia Joko Widodo di Parlemen bulan lalu berjanji untuk mendorong nilai tambah bagi ekspor sumber daya alam negara itu.

Penambang nikel Filipina mengatakan mereka kemungkinan akan meningkatkan produksi bijih nikel tahun depan untuk mengisi kesenjangan pasokan yang ditinggalkan oleh Indonesia.

Sumber : arabnews.com

Copyright © 2019 All right reserved. PT ARSIA GLOBAL SOLUSI