Connect with us

Bisnis

Investasi Di Sektor Digital Dinilai Masih Potensial

Published

on

Bizcom Indonesia menggelar Investor Gathering ke-38 dengan tema 'Industrial Outlook 2020 and How to Invest in New Industry' yang membahas mengenai investasi di industri baru dengan referensi dan arahan dari Industrial Outlook 2020, di JW Marriot Hotel, Mega Kuningan, Jakarta.

Bizcom Indonesia menggelar Investor Gathering ke-38 dengan tema ‘Industrial Outlook 2020 and How to Invest in New Industry’ yang membahas mengenai investasi di industri baru dengan referensi dan arahan dari Industrial Outlook 2020, di JW Marriot Hotel, Mega Kuningan, Jakarta.

Untuk saat ini, lanjut Aldian, dengan penggunaan fiskal dan anggaran dari pemerintah, menjadi salah satu jalan yang bisa dilakukan untuk peningkatan ekonomi. “Salah satu hal yang ditunggu adalah saat ditemukannya vaksin untuk Covid-19 yang menjadi proses perubahan signifikan terhadap kondisi ekonomi negara,” tandasnya.

CEO Future Mediatrix Group (FMG), Thomas Joseph, mengatakan, social media dan website merupakan aset digital yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan saat ini. “Terbukti, usaha yang bisa bertahan di masa pandemi, merupakan usaha yang mengadalkan teknologi dan digitalisasi,” jelasnya.

Thomas mengatakan, sektor digital di Indonesia masih dirasakan oleh kalangan investor memiliki potensi yang besar. Terlebih, jika dilihat dari demografis wilayah Indonesia yang cukup luas.

“Investasi di sektor digital merupakan salah satu hal yang patut dipertimbangkan, melihat kondisi pandemi. Walaupun semua serba terbatas, namun sektor digital mampu mempertahankan bisnis dan menunjukkan peningkatan yang konsisten,” tegasnya.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kominfo, Septriana Tangkary, menambahkan, pemerintah saat ini sedang berfokus untuk melakukan pemulihan ekonomi dengan anggaran mencapai Rp607 triliun.

“Ada beberapa kebijakan pemerintah di bidang ekonomi yang turut membantu UMKM melalui gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Sehingga, meningkatkan daya beli masyarakat yang berdampak pada pemulihan UMKM di tengah pandemi Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, kata Septriana, pemerintah juga mulai melakukan digitalisasi UMKM melalui program kegiatan UMKM Go Online, dikarenakan potensi teknologi di masa pandemi yang cukup tinggi.

“Wujud kontribusi nyata pemerintah terhadap perkembangan UMKM adalah melalui kerja sama dengan LKPP dengan meluncurkan aplikasi yang memudahkan UMKM untuk mengakses pengadaan barang dan jasa kepada pemerintah,” tandas Septriana.

Sumber : BeritaSatu.com

Copyright © 2019 All right reserved. PT ARSIA GLOBAL SOLUSI